skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
dika
The writer is a girl, who have found a new home (although still struggling in keeping it as a home). She is very grateful for it :) -with the name of Allah, the Ultimately Merciful, the Especially Merciful
View my complete profile

Search This Blog

Loading...

Followers

Little Splashes

Labels

  • about (1)
  • hikmah (2)
  • membangun surga (2)

The Chatters

The Splashes

  • Jangan Ghibah di Dekat Saya, Please..
    'Kalo itu kayaknya udah termasuk ghibah deh..,' potong saya (sambil tersenyum jahil) sebelum seorang teman sempat menyelesaikan kalimatnya. ...
  • Nanti Kita Pasti Sendirian Kan?
    "kelak..kita akan datang sendiri-sendiri dan pasti melewati shiraath." (email signature seorang teman) Sedih rasanya tiap kali harus men-di...
  • Nasihat Sang Kematian
    "Ampunan atau kemarahan-Nya,adalah dua pilihan yang harus kita pilih sebelum akhirnya kematian membuat kita tak bisa memilih." - by ustadz Y...
  • I Wanna be With Them!!
    *inhale: trying to construct my words - it's gonna be a long post with lots of topics at once, hopefully I could arrange it in an underst...
  • Saya, Edisi Iseng
    Ketahuilah, sebenarnya iseng itu tidak baik, hehe Setelah satu minggu menjadi penguasa lantai dua sebuah tempat kos (dan akhirnya saya ter...
  • Allah is The Greatest
    *diambil dari catatan seorang ustadz (afwan, saya lupa nama ustadznya, kemungkinan Ustadz Setiawan atau Aa' Gym) ... Bersiap-siaplah u...
  • Kepada Para Wanita (termasuk saya)
    Karena taukah kamu? Bila surga dan nerakamu terletak pada ketaatanmu kepadanya. Membaca catatan dari seorang kenalan , kemudian teringat ...

Other Splashes

  • KIPTIAH
    Pujangga Kata - Akulah pujangga malam Mengurai cinta dalam diam Heningku adalah inspirasiku Detikku berbicara mengenai segala Tiada artinya nafas Tanpa cerita di balik kert...
    6 hours ago
  • Eramuslim: Oase Iman
    Ulama Digital - Setiap zaman pasti punya peradaban tersendiri. Dan kita adalah anak-anak peradaban tersebut. Hidup di zaman modern serba canggih. Dunia yang luas memang te...
    15 hours ago
  • Abi Sabila
    Tak Perlu Tukar Kelamin -
    2 days ago
  • Let me tell you a story,
    The Telegraph: Fairytales too scary for the children - I stumble upon the article on parents who think fairy tales too scary for the children. At the end of the article, there is the list of top ten fairy tales...
    2 days ago
  • LeviosaHaq
    my baby versi SMILE - my baby versi SMILE Beberapa waktu yang lalu aku terpaku melihat sebuah pariwara. Pariwara pendek yang yang berdurasi tidak lebih dari 50 detik tapi bisa m...
    6 days ago
  • Moon's effect
    A new year - Jadi, alhamdullilah, di awal tahun baru ini saya banyak mendapat sesuatu yang 'baru'. I sign myself to toefl class, try to excercise my english grammar o...
    5 weeks ago
Show 5 Show All

Old Stories

  • ▼  2012 (7)
    • ▼  February (4)
      • Jangan Ghibah di Dekat Saya, Please..
      • Nasihat Sang Kematian
      • Nanti Kita Pasti Sendirian Kan?
      • Allah is The Greatest
    • ►  January (3)
      • Saya, Edisi Iseng
      • I Wanna be With Them!!
      • Kepada Para Wanita (termasuk saya)

Follow by Email

Subscribe To

Posts
Atom
Posts
All Comments
Atom
All Comments

Networkedblogs

Follow this blog

Total Pageviews

Sparkline

The Colors

Friday, February 17, 2012

Jangan Ghibah di Dekat Saya, Please..

'Kalo itu kayaknya udah termasuk ghibah deh..,' potong saya (sambil tersenyum jahil) sebelum seorang teman sempat menyelesaikan kalimatnya. Sang temanpun tergelak karena peringatan saya, dan spontan dia ber-istighfar.

Saya pun bertasbih, terkagum-kagum terhadap reaksi teman saya. Seandainya tiap kali kita mengingatkan dan mencegah ghibah reaksi lawan bicara kita seperti itu, betapa indahnya hidup ini.. (Ups, bukan, saya bukan bilang hidup kita sekarang tidak indah -karena,subhanallaah, betapa susahnya mengingatkan sesama untuk menghindari ghibah- hanya saja saya sedang berandai-andai tentang betapa damainya jika proses ingat-mengingatkan itu berlangsung tanpa adanya konflik)

Dan memang Allah telah merancang segala sesuatu dengan sempurna: termasuk tentang hal ikhwal proses ingat-mengingatkan yang tidak bisa semudah membalik telapak tangan itu (atau mungkin tidak semudah memilih 'saya ingin makan apa hari ini' seperti masa-masa saya kuliah dulu). Proses yang panjang ini, bersama setiap langkah kita menuju lebih baik, semoga dapat menggugurkan dosa-dosa kita yang lalu.

Ya ya, jalan menuju surga memang tidak mudah, dan saya sudah meng-azam-kan untuk membangun surga mulai dari sekarang (jadi sudah sepantasnya saya tidak berkeluh-kesah hanya karena masalah kecil di bidang ingat-mengingatkan)

Allaahulmusta'an, Allaahulmusta'an,, Semoga selalu dimudahkan dan dalam lindungan Allah..

dika,
-perjalanan menuju yang pasti
Posted by dika at 6:06 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Wednesday, February 15, 2012

Nasihat Sang Kematian

"Ampunan atau kemarahan-Nya,adalah dua pilihan yang harus kita pilih sebelum akhirnya kematian membuat kita tak bisa memilih." - by ustadz Yusuf Mansur

...

Dahsyat memang pesan yang dibawa kematian. Setidaknya, itulah yang saya rasakan saat takziah ke rumah teman saya kemarin.

Tak kuasa diri ini menahan haru kala mobil jenazah tiba. Tak sanggup diri ini mengangkat muka mengingat banyaknya dosa.

Astaghfirullaah, astaghfirullaah, astaghfirullaah..

Benarlah sabda Rasulullaah SAW menjelang akhir usia beliau bahwa maut adalah penasihat terbaik yang tidak bisa bicara.

Saat maut menjemput, saat itulah kita akan mulai penantian menunggu hari pembalasan: dengan siksa atau nikmat kubur

Saat maut menjemput, saat itulah kita tak lagi bisa memilih: akankah Rabb kita ridha atau murka kepada kita

Mari kita lebih banyak mengingat mati, untuk lebih semangat membenahi diri

Saat ini: hidup, bernafas, berbuat, sehat, adalah nikmat yang luar biasa.

Alhamdulillaah, Alhamdulillaah, Alhamdulillaah

Semoga Allah selalu membimbing hati kita agar lurus di jalan-Nya dan memperoleh ridho-Nya


dika
*waktunya muroja'ah, sekarang, sana2, sana!

...

"So many people seemed to be worried about Valentine's Day, Mother's Day, Birthdays, Independence Day, etc. When will people start to be worried about Judgement Day?" - by ♥ I Need Allah In My Life ♥
Powered by Allah, The Most Merciful of All
Posted by dika at 7:01 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Monday, February 6, 2012

Nanti Kita Pasti Sendirian Kan?

"kelak..kita akan datang sendiri-sendiri dan pasti melewati shiraath."
(email signature seorang teman)
Sedih rasanya tiap kali harus men-disassable layanan internet di smartphone saya. Selalu terlintas bayang-bayang kesepian akibat tidak ada teman untuk berbagi cerita tiap kali jari-jemari ini mengeketikkan sms UNREG ke sebuah operator telepon: tapi ya,, setiap kali terjadi 'debat' antara logic dan perasaan saya, biasanya logic saya yang menang.

So then, even if I know it hurst, my heart won't complain if my logic ask me to 'be-offline'. (With Allah guide, my logic is smart enough to decide the best for my future life, and my heart will [usually] trust the logic fully - Alhamdulillaah)

Dan begitulah, perdebatan antara hati (yang kadang dikuasai nafsu) dan logika (yang lebih sering merekam keyakinan bahwa 'akhirat itu ada') biasanya berlangsung dan berakhir dengan damai: menyisakan sedikit perih yang kadang menyemburat dengan anggun di cakrawala, atau menggoreskan galau yg terkadang memaksa merasuk hati dengan dikawal para syaitan. (Astaghfirullaah, astaghfirullaah, astaghfirullaah)

...

Alhamdulillaah, kembali Allah menunjukkan Rahman dan Rahiim-Nya yang tak terkira.
Kemarin, saat hati kecil saya mulai berontak dengan kondisi sepi di sekitar saya, saya mendapat email dari seorang teman.

Isi emailnya biasa-biasa saja, namun signature-nya (sebagaimana saya kutip di atas) yang luar biasa. Spontan mata saya berkaca-kaca dibuatnya: hati kecil saya yang semula galau pun berubah menjadi pilu. Pilu karena malu kepada Allah. Pilu karena kembali teringat tumpukan dosa-dosa saya.
Teman saya benar: di sana kita pasti sendirian. Dan kalau di sana kita sendirian, pantaskah saya sedih dan nelangsa hanya karena 'merasa' tidak memiliki teman yang bisa dihubungi di sekitar saya? Pantaskah saya merengek hanya karena dilatih mandiri oleh Allah dalam rentang waktu yang sebentar?

Sebentar? Iya, sebentar.

Karena perjalanan ke akhirat akan memakan waktu yang panjang dan lama. Bahkan sangat panjang jika dibandingkan kehidupan di dunia (terlebih lagi jika dibandingkan beberapa hari atau beberapa bulan kesepian di dunia). Lama kita menunggu di alam kubur pun bisa berkali-kali lipat dari umur hidup kita di dunia.
Semoga Allah menerima dan meridhoi amal-amal kita, serta menganugerahkannya sebagai teman menuju akhirat nanti. (Aamiin)
Sejatinya kita nanti akan sendirian. Maka bersyukurlah jika sekarang kita dilatih untuk menjadi sendirian.
Allaahumusta'an,

dika
berlindung kepada Allah dari godaan syaitan dan hawa nafsu
Posted by dika at 6:34 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
Labels: hikmah

Saturday, February 4, 2012

Allah is The Greatest

*diambil dari catatan seorang ustadz (afwan, saya lupa nama ustadznya, kemungkinan Ustadz Setiawan atau Aa' Gym)

...

Bersiap-siaplah untuk selalu resah, sesak, sempit, terhimpit dan gundah gulana, bagi mereka : 1) Yang menjadikan selain Allah sebagai kekasihnya.
2) Yang lebih bergantung pada makhluq dibanding al-Khaliq.
3) Yang cintanya pada Allah mendua. 4) Yang harinya disibukkan oleh dunianya dan lalai dari akherat.
5) Yang untung-ruginya dihitung berdasarkan perhitungan manusia. 6) Yang merasa memiliki setiap ruas jasadnya dan setiap jengkal hartanya adalah miliknya. 7) Yang bersahabat bukan karena ketaqwaan.
8) Yang tidak takut pada Allah dengan segala siksa-NYA.
9) Yang lebih memikirkan penilaian manusia dibanding keredhaan Allah. 10) Yang cita-citanya berbatas dinding kematian dan tidak melampau sampai ke surga-NYA.
Bersiaplah untuk selalu merasa tersiksa, ketika ambisi di hati hanya untuk mengejar dunia dengan segala kenikmatannya. Karena ketenangan dan kedamaian hanya milik mereka yang menggantungkan cinta dan harapnya kepada Allah semata.

...

Barakallaahu fiik,


dika
*image is taken from profile picture of (I'm muslim & I'm proud) facebook fanpage
Posted by dika at 5:51 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Tuesday, January 31, 2012

Saya, Edisi Iseng


Ketahuilah, sebenarnya iseng itu tidak baik, hehe

Setelah satu minggu menjadi penguasa lantai dua sebuah tempat kos (dan akhirnya saya tergusur di sudut kamar karena tiba-tiba ada penduduk lain yang datang -ehm, ini kosan adik saya, wajar kalau penduduk yang lain laki-laki; yang tidak wajar itu saya, bisa tiba di kosan orang, di kota lain, tanpa bawa baju ganti [demi sebuah mimpi: masuk syurga]: needless to say, setelah penduduk lain tersebut tiba, saya tidak bisa leluasa keluar masuk kamar dengan mengenakan baju-baju adik saya, hehe..), akhirnya saya menemukan sebuah kegiatan yang cukup penting (penting menurut saya tentunya)

Diawali dari membaca status facebook seorang kenalan yang mengingatkan tentang kesopanan saat memasang foto kita di internet, saya pun mendadak panik karena saya telah mengenal internet sejak lama, bahan jauh sebelum saya mengenakan hijab. Setelah serangan panik beberapa menit, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan sweeping terhadap seluruh akun saya (yang masih saya ingat tentunya.. - semoga Allah memaafkan foto-foto yang bertebaran di akun-akun yang sudah saya lupakan..). Sekedar memastikan bahwa gambar-gambar dan foto-foto yang termuat di situ sudah sopan.

Mungkin orang bilang saya kurang kerjaan, tapi saya bilang: me-remove foto-foto yang tidak sesuai syar'i masih jauh lebih berguna daripada duduk bengong di kosan orang, hehe (jangan tanya kenapa saya tidak jalan-jalan ke Daarut Tauhiid, atau i'tikaf ke masjid, atau datang ke majelis ilmu -ceritanya panjangh, pake 'h' biar manteb)

Dan project 'iseng' ini pun dimulai

Alhamdulillaah saya bukan termasuk golongan narsis. Itu pun saya sudah berkerut-kerut melihat 80 foto yang ada profile saya, sebagian besar karena di tag oleh kawan saya. Mata saya berkunang-kunang sempurna setelah saya selesai dengan project facebook

Sesudahnya, saya membuka arsip blog saya (yang sudah dibuat sejak tahun 2003 dan postingnya mencapai 300 lebih). Subhanallaah, pusing sempurna saya dibuatnya. Sempat berfikir untuk men-delete semua post saya yang lama, namun saya urungkan (dengan alasan eman-eman: itu adalah kenangan perjalanan hidup saya). Cukup bimbang juga, tapi akhirnya saya putuskan untuk meng-combine beberapa blog saya menjadi satu di address ini: http://apradika.blogspot.com sambil berdo'a dalam hati memohon agar ditunjukkan jalan yang lurus: keeping or deleting the old blog(s)

Subhanallaah, Allah begitu sayangnya kepada saya. Baru kemarin saya berdo'a, hari ini seorang teman menanyakan tentang hukum memasang foto wanita di internet. (Pertanyaan ini eventually mengantarkan saya pada keputusan untuk menghapus blog-blog saya yang lama: lebih ahsan).

Saya pun akhirnya tergerak untuk browsing artikel-artikel islami tentang hukum menggambar, membuat foto, memasang foto dan gambar, serta menggunakannyaa dalam iklan (meskipun saya telah dengan lugas menjawab pertanyaan teman saya dengan:'maaf, saya belum paham [sambil nyengir],' tapi browsing artikel tetap lebih berguna daripada duduk diam di kosan orang kan? hehe)

Memang masih terdapat khilafiyah atau perbedaan pendapat pada artikel-artikel yang saya temukan tadi. Namun, garis tengahnya,  hadist-hadist shahih tetap mengharamkan gambar mahluk bernyawa. Pembuatan foto mahluk bernyawa masih diperbolehkan (sebagian menganggap haram dan hanya dihalalkan dalam keadaan daruat seperti saat pengurusan administrasi), namun memasang foto-foto tersebut tidak diperbolehkan. Dan yang juga disepakati adalah haramnya menggambar kepala (karena merupakan inti dari mahluk bernyawa -meskipun, jika hanya digambar kepala-nya saja, tetap tidak bernyawa). Salah satu artikel dalam http://almanhaj.or.id bahkan mengulas tentang ke-haram-an menyimpan foto mahluk bernyawa (meskipun dari website-website lain menyampaikan bahwa foto-foto tersebut boleh disimpan untuk sekedar kenang-kenangan, asalkan tidak dipajang).

Dalam salah satu tanya jawab di artikelnya, ustadz juga mengemukakan tentang bentuk kehati-hatian kita dalam menggambar sesuatu yang bernyawa; termasuk dalam mengambar smiley atau emoticon (yang biasa digunakan untuk mengekspresikan sedih, marah, tertawa, tersenyum, dsb) karena tetap merupakan hal yang menyerupai kepala. (Wallaahu a'lam)

Alhamdulillaah, berbekal pengetahuan baru dari link-link tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk men-delete post-post lama dari blog saya (mind you, terlalu banyak emoticons bertebaran di setiap post, pastilah saya bakal pusing sempurna jika harus menghapusnya satu-per satu, hehe). Sementara ini, saya convert semua post tersebut menjadi draft, dan insya Allah, setelah di-edit, nanti akan saya re-publish jika diperlukan.


Well, let the past be the past. (Terlalu banyak mengenang masa lalu juga tidak baik, and my old blogs were simply a pile of my past..) Bismillaah untuk hari ini dan esok yang lebih baik, insya Allah.


Salam,

dika
to live a life
Posted by dika at 1:28 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
Labels: hikmah

Monday, January 30, 2012

I Wanna be With Them!!




*inhale: trying to construct my words - it's gonna be a long post with lots of topics at once, hopefully I could arrange it in an understandable lines

All started few days ago, when everyone was aware about cigarettes' colonialism in my country. I sit back still: it was my dissertation topics four years ago, and those people just aware about that issue few days ago (Subhanallaah)

That was enough for a shock, at least I finally understood why nobody 'care' about why commercials on smoking keep appearing nor why number of smokers keep increasing: because nobody aware of the danger of smoking nor the money that we -a poor country- donate to the US, a home of the biggest (and heartless) cigarette company, [at least (maybe) nobody aware of those facts before the video were being widely shared through youtube and facebook]

Today, I was even more shock to see reactions of several people after reading and watching a story of a binmen in Jakarta. (click here for Indonesian news)

Nothing seems so wrong about their reactions. Nothing: according to most people, but not for me.

Some of those reactions (and those are from well known people; someone with influential position in government) are just weird: as if they only know a sad story about Jakarta's binmen through the recent news and video; as if they always think that those people are fine

[get alive will you?! those people are exist!! they are everywhere around us!! They might be our neighbors, maybe our acquittance - where have you been ladies? *and gentlemen of course]

So I really am furious: we live in a place full of ignorant people here (not all are ignorant of course, but watching the news, I'm speechless..)

Our road to heaven is still long way to go (do you honestly think that Allah will let us enter His jannah if we do nothing about our brother and sisters who are being colonized by cigarettes or suffer from poverty? Do you really?)

---

The long journey should be started soon, very soon, we (and especially I) don't want to run out of the time..

I wanna be with them!! - contributing in any way I could to lessen their suffering..

It's been my goal since four years ago (I clearly remember that the starting time should be on September this year). May Allah give me the skills, knowledge, and all necessary things to be close to them


dika
to live a life (with Allah's bless insya Allah)
Posted by dika at 3:05 AM 4 comments
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
Labels: about, membangun surga

Friday, January 27, 2012

Kepada Para Wanita (termasuk saya)

Karena taukah kamu?
Bila surga dan nerakamu terletak pada ketaatanmu kepadanya.


Membaca catatan dari seorang kenalan, kemudian teringat dengan pasan para wanita generasi salaf kepada para suaminya: "berhati-hatilah dalam mengumpulkan harta untuk menafkahi keluargamu, karena istri dan anakmu ini lebih tahan lapar daripada harus menanggung panasnya api neraka"


Subhanallaah, adakah kita?



*again, I'm considering the unconsiderable (tapi sepertinya, ini sudah jalan yang terbaik, Insya Allah)
Posted by dika at 8:21 PM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
Labels: membangun surga
Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod