Wednesday, February 15, 2017

Emotional Eater?

By the way, saya suka hp ini: bikin blogging jadi mudah! Hehe..

...

Sering banget saya baca bahwa cewek itu (kebanyakan) emotional eater: tiap suntuk atau ada masalah, makan aja, tar juga cheerfull lagi, hihihi

Nahh, secara saya sekarang #emakGaul, begitu tadi suasana hati rada ga enak, langsung pesen pizza deh banyakkk, biar kekinian gitu.. (Alhamdulillaah bonus Oriflame mah lebih dari cukup lah yaa buat beli pizza.. hehe..)

Dan well, as usual, saya bukan member dari kebanyakaann: karna kalo udah kebanyakan ya.. ngapain juga cerita di blog? Wasting time tau, hihihi (eh, dia bahkan bisa auto capital lo di blog! Keren tau hp nya! #norakDotCom, haha)

Dudulnyaaa, saya baru tau kao saya bukan emotional eater itu setelah tadi siang habis pizza 2 porsiii!!! (Jiaa, gubrag deh, apa kabar diet? Haha)

Trusss, saya coba tidur deehh

And nope, I'm not emotional sleeper as well, haha (oke, silakan dibayangkan: habis makan lasagna + pizza + buchetta trus tidur gituh.. what kind of healthy life was that? Haha)

Sampe di akhir hari saya baru nyadar: I'm emotional teller deh..

Hahaha, telat bangeettt!! Udah telanjur naik 2kg kayaknya ni.. hihihi

Entah kenapa bisa lupa, mungkin karena faktor u ya? Padahal dulu sempet hapy banget waktu rutin blogging.. Yea yea, pernah kena tegur sama mas mas juga si.. gegara saya emotional teller nya ke dia: bukan mahram, qiqiqiqi

Okeh, momentnya pas banget ni: pas saya habis benahin blog saya, pas saya nyadar kalau saya emotional teller.

Allah memang Maha Hebat ya? Segala sesuatu sudah diatur biar pas persis sesuai kebutuhan kita #kedip

Alhamdulillaah wa syukurillaah


Happiness Within

Haluu semuaa, long time no se, hehehe

Hmm, jaman masih muda dulu, saya udah janji si: will never ever post galau thing di blog saya: sama-sama keluar energinya, mending menginspirasi orang buat positif daripada buat galau kan? hehe

Sayang di sayang: live is never flat..

Saat terpuruk, apalagi saat jauh dari Allah: terasa warna yang terasa dilihat cuma hitam, putih, abu-abu sajah.. Well, padahal, harusnya yah.. sebagai #emakImut yang dulunya mantan aktifis seni rupa, mestinya mah tau kalau hitam itu kumpulan dari semua warna yang diserap: SLURP

Ya ya ya, sedang berusaha giat blogging lagi:

One post = one happiness
One post = one inspiration
One post = one gratitude

Wokeeehh: saya change namanya jadi Happiness Within yaaa (cause only happiness is worth spreading)

Mugi barokah semuaaaa


Friday, January 23, 2015

Semangat!!



Ke mana saya yang ceria, yang semangat menggapai mimpi?

Dari mana datangnya putus asa, sedih, sendu..

Sampai heran dibolak balik berkali-kali. Ada apa dengan saya? really.. been to heavy to step up.. Astaghfirullaah..

begini:
1. jurus futurnya dipakai
2. perbanyak silaturahim, kalo ga bisa in person, on line juga boleh
3. hilangkan hal-hal yang membuat addiction
4. mendekat ke Allah
5. bergerak. banyak mikir bikin pusing bin galau bin stress bin sedih bin nangis bin wasting time, hehe
6. menghindar dari aura negatif sebisa mungkin, secepat mungkin, setenang mungkin
7. habis ngindar tu istighfar, tilawah, shalat, gerak, atau apa kek, jangan ngalamun, mikir, nangis, hedeuw

Semangat gih, cheer up. You'll be fine eventually. Insya Allaah

Alhamdulillaah


a flower grass - surrounded by her friend.. *smile*
Let me scratch something, and I'll let you decide whether it's worthy to be published.. *wink

So I vaguely remember, how she was screaming saying that she missed me. How she was dialing my number repeatedly, forgetting that I was no longer in the country, no longer hold the number.

I forced a smile in my face. Some people say that people could picture our expression during a call, even if they cannot see our face..

I pretended to be strong, although I know I'll be the last person to cry, remembering our friendship, realizing that she has a new life. A life without me. A live in which I am the forgotten. While I'm struggling with my life, have no one to back me up.

It was a blessing that not long after I realized that Allah is always stand by my side.. And naturally, I found out that the existence of Allah itself could replace some empty places from some absent friends..

But still, at times I remember her.. Her tone was not as warm as 'usual'. But I'm still cherish our memory.. Keep her in my praying.. Reciting the best words for her..

It's just.. All of the sudden I remember her, and I want to write about her..

In the end, I'm feeling loved.. Here and there..

Let's wish the best for her, and for everyone in universe *big smile

...

Alhamdulillaah, wa syukurillaah, wa laa ilaa ha illallaah, Allaahu Akbar. La hawla wa laa quwwata illaa billaah

Wednesday, July 23, 2014

A Gentle Hug

Pengen nangis tapi ga bisa nangis itu rasanya nyeseg luar biasa

So the ball just trying to bounce...

Good luck! May Allah bless you *hug

Saturday, December 21, 2013

Menggapai Kedamaian

Saat hati bergemuruh, perbanyaklah istighfar, agar terbuka hijab yang menghalangi hamparan karunia-Nya #NasihatDiri

Istighfar, memohon ampun (dan bertaubat) begitulah Allah mengajarkan.. Agar diberi-Nya nikmat sampai akhir hayat..
.
.
Hubungannya dengan kedamaian?


Bukankah kedamaian jiwa adalah nikmat terbesar?


Tak percaya?..


Bukankah banyak kita temui orang kaya yang tetap risau, orang cerdas yang bersedih hati, orang terpandang yang galau? Masihkah kita berandai-andai bahwa kualitas duniawi yang 'meningkat' akan melahirkan kedamaian jiwa?

Bukan, bukan itu yang dicari jiwa. Jiwa merindu ridho Rabb-nya, jiwa menanti uluran tangan Rabb-nya untuk melapangkannya, jiwa butuh karunia Rabb-nya atas nikmat yang dijanjikan..

Mari kita jemput nikmat yang sudah dijanjikan-Nya. (meski sungguh, nikmat yang telah ada tanpa kita jemput pun sudah sangat banyak,, segala puji bagi-Nya, Tuhan seluruh alam)

Perbanyak istighfar,
Lagi,
Lagi,
Lagi,,


Salam,
dika

---

Post Note: dalam Al Qur'an Surat Hud (11) ayat 3 dan 52, serta Surat Nuh (71) ayat 10 sampai 12, Allah menjanjikan banyak manfaat istighfar, salah satunya adalah 'akan diberi nikmat sampai waktu yang ditentukan'

Thursday, December 19, 2013

Segala Puji Bagi-Mu Ya Rabb

 

Saat kaki melangkah ke majelis ilmu dengan riang,,
Saat kata demi kata terhayati sempurna dalam keheningan,,
Saat nasihat menjelma menjadi kisah nyata dalam kedamaian,,

Tidakkah itu membahagiakan?..


.
.
.

Tapi yang begini pun sudah cukup.. Karena bahagia itu sederhana..