Monday, April 23, 2012

The Books, The Dreams

Dan Allah bersama dengan orang-orang yang sabar 

--berlatih untuk memaksimalkan manfaat sebuah buku termasuk bagian dari kesabaran,, hehe.. 


Heuuww,, begitulah, begitulah: saya sangat mencintai buku-buku bagus

Masalahnya,, cintanya bersifat posesif,, yaitu menimbulkan hasrat ingin memiliki

Masalahnya lagi, cintanya juga bersifat imajinatif,, jadi selalu menumbuhkan angan-angan untuk membeli semua buku-buku itu dan menyusunnya di rak-rak tinggi melingkar, mirip perpustakaan-perpustakaan pribadi gaya bangsawan eropa kuno, atau perpustakaan di komik conan (itu tu,, detektif imut berkacamata lucu yang punya koleksi buku yang buanyaaaakk di rumahnya)

Dan masalahnya lagi,, cinta saya itu termasuk golongan imajinatif sempurna,, karena status saya sekarang (yang nomaden) selalu memaksa saya mengurungkan niat untuk menimbun buku-buku (mind you, pengalaman berpindah-pindah sebanyak lebih dari selusin-kali dalam 8 tahun terakhir cukup membuat saya aware bahwa buku-buku bukanlah hal yang termudah untuk dimobilisasikan)

Dan (masih) masalahnya lagi, saya selalu ingin membaca tapi terkadang sulit untuk menemukan waktu untuk membaca. -heuw.. hehe.. sepertinya sudah masuk dalam masalah menejemen waktu yg kurang baik ini,, hee..

Dan begitulah, begitulah.. Seluruh toko buku di dunia ini tiba-tiba menjelma menjadi tempat yang saya takuti (termasuk para PKL yg jualan koran dan majalah itu,, duhh..) --> takut di yaumul hisab nanti buku-buku (yg sudah saya beli itu) berteriak menuntut saya karena kurang maksimal saya manfaatkan

Baiklah, baiklah.. Mari berlatih untuk bisa memanfaatkan buku-buku itu dengan maksimal.. Mari bersabar untuk berlatih.. -dan semoga suatu saat nanti saya betul-betul bisa memiliki perpustakaan yang mirip di komik conan (lengkap dengan pengunjung puluhan anak kecil dan muslimah), aamiin

*Bismillaah*


dika,
to be a better me

Thursday, March 8, 2012

Hindari Bersikap Boros

'Boros adalah tanda harta tidak berkah' -begitu kata salah seorang teman saya.

Dan hari ini, Alhamdulillaah kembali mendapatkan pelajaran berharga dari salah satu page di facebook (Belajar Adab-adab Sunnah Rasulullaah SAW). Semoga bermanfaat sebagai pengingat diri ya..

...

Allah Ta'ala berfirman,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan." (QS. Al Isro' [17]: 26-27)

Ibnu Mas'ud dan Ibnu 'Abbas mengatakan, "Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru."

Mujahid mengatakan, "Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Seandainya seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan)."

Qotadah mengatakan, "Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan." (Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 8/474-475
...

dika,
To live a life (for the blessing of Allah)

Friday, February 17, 2012

Jangan Ghibah di Dekat Saya, Please..

'Kalo itu kayaknya udah termasuk ghibah deh..,' potong saya (sambil tersenyum jahil) sebelum seorang teman sempat menyelesaikan kalimatnya. Sang temanpun tergelak karena peringatan saya, dan spontan dia ber-istighfar.

Saya pun bertasbih, terkagum-kagum terhadap reaksi teman saya. Seandainya tiap kali kita mengingatkan dan mencegah ghibah reaksi lawan bicara kita seperti itu, betapa indahnya hidup ini.. (Ups, bukan, saya bukan bilang hidup kita sekarang tidak indah -karena,subhanallaah, betapa susahnya mengingatkan sesama untuk menghindari ghibah- hanya saja saya sedang berandai-andai tentang betapa damainya jika proses ingat-mengingatkan itu berlangsung tanpa adanya konflik)

Dan memang Allah telah merancang segala sesuatu dengan sempurna: termasuk tentang hal ikhwal proses ingat-mengingatkan yang tidak bisa semudah membalik telapak tangan itu (atau mungkin tidak semudah memilih 'saya ingin makan apa hari ini' seperti masa-masa saya kuliah dulu). Proses yang panjang ini, bersama setiap langkah kita menuju lebih baik, semoga dapat menggugurkan dosa-dosa kita yang lalu.

Ya ya, jalan menuju surga memang tidak mudah, dan saya sudah meng-azam-kan untuk membangun surga mulai dari sekarang (jadi sudah sepantasnya saya tidak berkeluh-kesah hanya karena masalah kecil di bidang ingat-mengingatkan)

Allaahulmusta'an, Allaahulmusta'an,, Semoga selalu dimudahkan dan dalam lindungan Allah..

dika,
-perjalanan menuju yang pasti

Wednesday, February 15, 2012

Nasihat Sang Kematian

"Ampunan atau kemarahan-Nya,adalah dua pilihan yang harus kita pilih sebelum akhirnya kematian membuat kita tak bisa memilih." - by ustadz Yusuf Mansur

...

Dahsyat memang pesan yang dibawa kematian. Setidaknya, itulah yang saya rasakan saat takziah ke rumah teman saya kemarin.

Tak kuasa diri ini menahan haru kala mobil jenazah tiba. Tak sanggup diri ini mengangkat muka mengingat banyaknya dosa.

Astaghfirullaah, astaghfirullaah, astaghfirullaah..

Benarlah sabda Rasulullaah SAW menjelang akhir usia beliau bahwa maut adalah penasihat terbaik yang tidak bisa bicara.

Saat maut menjemput, saat itulah kita akan mulai penantian menunggu hari pembalasan: dengan siksa atau nikmat kubur

Saat maut menjemput, saat itulah kita tak lagi bisa memilih: akankah Rabb kita ridha atau murka kepada kita

Mari kita lebih banyak mengingat mati, untuk lebih semangat membenahi diri

Saat ini: hidup, bernafas, berbuat, sehat, adalah nikmat yang luar biasa.

Alhamdulillaah, Alhamdulillaah, Alhamdulillaah

Semoga Allah selalu membimbing hati kita agar lurus di jalan-Nya dan memperoleh ridho-Nya


dika
*waktunya muroja'ah, sekarang, sana2, sana!

...

"So many people seemed to be worried about Valentine's Day, Mother's Day, Birthdays, Independence Day, etc. When will people start to be worried about Judgement Day?" - by ♥ I Need Allah In My Life ♥
Powered by Allah, The Most Merciful of All

Monday, February 6, 2012

Nanti Kita Pasti Sendirian Kan?

"kelak..kita akan datang sendiri-sendiri dan pasti melewati shiraath."
(email signature seorang teman)
Sedih rasanya tiap kali harus men-disassable layanan internet di smartphone saya. Selalu terlintas bayang-bayang kesepian akibat tidak ada teman untuk berbagi cerita tiap kali jari-jemari ini mengeketikkan sms UNREG ke sebuah operator telepon: tapi ya,, setiap kali terjadi 'debat' antara logic dan perasaan saya, biasanya logic saya yang menang.

So then, even if I know it hurst, my heart won't complain if my logic ask me to 'be-offline'. (With Allah guide, my logic is smart enough to decide the best for my future life, and my heart will [usually] trust the logic fully - Alhamdulillaah)

Dan begitulah, perdebatan antara hati (yang kadang dikuasai nafsu) dan logika (yang lebih sering merekam keyakinan bahwa 'akhirat itu ada') biasanya berlangsung dan berakhir dengan damai: menyisakan sedikit perih yang kadang menyemburat dengan anggun di cakrawala, atau menggoreskan galau yg terkadang memaksa merasuk hati dengan dikawal para syaitan. (Astaghfirullaah, astaghfirullaah, astaghfirullaah)

...

Alhamdulillaah, kembali Allah menunjukkan Rahman dan Rahiim-Nya yang tak terkira.
Kemarin, saat hati kecil saya mulai berontak dengan kondisi sepi di sekitar saya, saya mendapat email dari seorang teman.

Isi emailnya biasa-biasa saja, namun signature-nya (sebagaimana saya kutip di atas) yang luar biasa. Spontan mata saya berkaca-kaca dibuatnya: hati kecil saya yang semula galau pun berubah menjadi pilu. Pilu karena malu kepada Allah. Pilu karena kembali teringat tumpukan dosa-dosa saya.
Teman saya benar: di sana kita pasti sendirian. Dan kalau di sana kita sendirian, pantaskah saya sedih dan nelangsa hanya karena 'merasa' tidak memiliki teman yang bisa dihubungi di sekitar saya? Pantaskah saya merengek hanya karena dilatih mandiri oleh Allah dalam rentang waktu yang sebentar?

Sebentar? Iya, sebentar.

Karena perjalanan ke akhirat akan memakan waktu yang panjang dan lama. Bahkan sangat panjang jika dibandingkan kehidupan di dunia (terlebih lagi jika dibandingkan beberapa hari atau beberapa bulan kesepian di dunia). Lama kita menunggu di alam kubur pun bisa berkali-kali lipat dari umur hidup kita di dunia.
Semoga Allah menerima dan meridhoi amal-amal kita, serta menganugerahkannya sebagai teman menuju akhirat nanti. (Aamiin)
Sejatinya kita nanti akan sendirian. Maka bersyukurlah jika sekarang kita dilatih untuk menjadi sendirian.
Allaahumusta'an,

dika
berlindung kepada Allah dari godaan syaitan dan hawa nafsu

Saturday, February 4, 2012

Allah is The Greatest


*diambil dari catatan seorang ustadz (afwan, saya lupa nama ustadznya, kemungkinan Ustadz Setiawan atau Aa' Gym)

...

Bersiap-siaplah untuk selalu resah, sesak, sempit, terhimpit dan gundah gulana, bagi mereka :

1) Yang menjadikan selain Allah sebagai kekasihnya.

2) Yang lebih bergantung pada makhluq dibanding al-Khaliq.

3) Yang cintanya pada Allah mendua.

4) Yang harinya disibukkan oleh dunianya dan lalai dari akherat.

5) Yang untung-ruginya dihitung berdasarkan perhitungan manusia.

6) Yang merasa memiliki setiap ruas jasadnya dan setiap jengkal hartanya adalah miliknya.

7) Yang bersahabat bukan karena ketaqwaan.

8) Yang tidak takut pada Allah dengan segala siksa-NYA.

9) Yang lebih memikirkan penilaian manusia dibanding keredhaan Allah.

10) Yang cita-citanya berbatas dinding kematian dan tidak melampau sampai ke surga-NYA.

Bersiaplah untuk selalu merasa tersiksa, ketika ambisi di hati hanya untuk mengejar dunia dengan segala kenikmatannya. Karena ketenangan dan kedamaian hanya milik mereka yang menggantungkan cinta dan harapnya kepada Allah semata.

...

Barakallaahu fiik,


dika
*image is taken from profile picture of (I'm muslim & I'm proud) facebook fanpage

Tuesday, January 31, 2012

Saya, Edisi Iseng


Ketahuilah, sebenarnya iseng itu tidak baik, hehe

Setelah satu minggu menjadi penguasa lantai dua sebuah tempat kos (dan akhirnya saya tergusur di sudut kamar karena tiba-tiba ada penduduk lain yang datang -ehm, ini kosan adik saya, wajar kalau penduduk yang lain laki-laki; yang tidak wajar itu saya, bisa tiba di kosan orang, di kota lain, tanpa bawa baju ganti [demi sebuah mimpi: masuk syurga]: needless to say, setelah penduduk lain tersebut tiba, saya tidak bisa leluasa keluar masuk kamar dengan mengenakan baju-baju adik saya, hehe..), akhirnya saya menemukan sebuah kegiatan yang cukup penting (penting menurut saya tentunya)

Diawali dari membaca status facebook seorang kenalan yang mengingatkan tentang kesopanan saat memasang foto kita di internet, saya pun mendadak panik karena saya telah mengenal internet sejak lama, bahan jauh sebelum saya mengenakan hijab. Setelah serangan panik beberapa menit, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan sweeping terhadap seluruh akun saya (yang masih saya ingat tentunya.. - semoga Allah memaafkan foto-foto yang bertebaran di akun-akun yang sudah saya lupakan..). Sekedar memastikan bahwa gambar-gambar dan foto-foto yang termuat di situ sudah sopan.

Mungkin orang bilang saya kurang kerjaan, tapi saya bilang: me-remove foto-foto yang tidak sesuai syar'i masih jauh lebih berguna daripada duduk bengong di kosan orang, hehe (jangan tanya kenapa saya tidak jalan-jalan ke Daarut Tauhiid, atau i'tikaf ke masjid, atau datang ke majelis ilmu -ceritanya panjangh, pake 'h' biar manteb)

Dan project 'iseng' ini pun dimulai

Alhamdulillaah saya bukan termasuk golongan narsis. Itu pun saya sudah berkerut-kerut melihat 80 foto yang ada profile saya, sebagian besar karena di tag oleh kawan saya. Mata saya berkunang-kunang sempurna setelah saya selesai dengan project facebook

Sesudahnya, saya membuka arsip blog saya (yang sudah dibuat sejak tahun 2003 dan postingnya mencapai 300 lebih). Subhanallaah, pusing sempurna saya dibuatnya. Sempat berfikir untuk men-delete semua post saya yang lama, namun saya urungkan (dengan alasan eman-eman: itu adalah kenangan perjalanan hidup saya). Cukup bimbang juga, tapi akhirnya saya putuskan untuk meng-combine beberapa blog saya menjadi satu di address ini: http://apradika.blogspot.com sambil berdo'a dalam hati memohon agar ditunjukkan jalan yang lurus: keeping or deleting the old blog(s)

Subhanallaah, Allah begitu sayangnya kepada saya. Baru kemarin saya berdo'a, hari ini seorang teman menanyakan tentang hukum memasang foto wanita di internet. (Pertanyaan ini eventually mengantarkan saya pada keputusan untuk menghapus blog-blog saya yang lama: lebih ahsan).

Saya pun akhirnya tergerak untuk browsing artikel-artikel islami tentang hukum menggambar, membuat foto, memasang foto dan gambar, serta menggunakannyaa dalam iklan (meskipun saya telah dengan lugas menjawab pertanyaan teman saya dengan:'maaf, saya belum paham [sambil nyengir],' tapi browsing artikel tetap lebih berguna daripada duduk diam di kosan orang kan? hehe)

Memang masih terdapat khilafiyah atau perbedaan pendapat pada artikel-artikel yang saya temukan tadi. Namun, garis tengahnya,  hadist-hadist shahih tetap mengharamkan gambar mahluk bernyawa. Pembuatan foto mahluk bernyawa masih diperbolehkan (sebagian menganggap haram dan hanya dihalalkan dalam keadaan daruat seperti saat pengurusan administrasi), namun memasang foto-foto tersebut tidak diperbolehkan. Dan yang juga disepakati adalah haramnya menggambar kepala (karena merupakan inti dari mahluk bernyawa -meskipun, jika hanya digambar kepala-nya saja, tetap tidak bernyawa). Salah satu artikel dalam http://almanhaj.or.id bahkan mengulas tentang ke-haram-an menyimpan foto mahluk bernyawa (meskipun dari website-website lain menyampaikan bahwa foto-foto tersebut boleh disimpan untuk sekedar kenang-kenangan, asalkan tidak dipajang).

Dalam salah satu tanya jawab di artikelnya, ustadz juga mengemukakan tentang bentuk kehati-hatian kita dalam menggambar sesuatu yang bernyawa; termasuk dalam mengambar smiley atau emoticon (yang biasa digunakan untuk mengekspresikan sedih, marah, tertawa, tersenyum, dsb) karena tetap merupakan hal yang menyerupai kepala. (Wallaahu a'lam)

Alhamdulillaah, berbekal pengetahuan baru dari link-link tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk men-delete post-post lama dari blog saya (mind you, terlalu banyak emoticons bertebaran di setiap post, pastilah saya bakal pusing sempurna jika harus menghapusnya satu-per satu, hehe). Sementara ini, saya convert semua post tersebut menjadi draft, dan insya Allah, setelah di-edit, nanti akan saya re-publish jika diperlukan.


Well, let the past be the past. (Terlalu banyak mengenang masa lalu juga tidak baik, and my old blogs were simply a pile of my past..) Bismillaah untuk hari ini dan esok yang lebih baik, insya Allah.


Salam,

dika
to live a life